Sabtu, 22 Januari 2022

Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Gubernur Khofifah Minta Pemda dan APRINDO Jaga Rantai Pasok Aman

Gubernur Khofifah saat melakukan sidak minyak goreng di Kota Malang, Juma'at (21/1/2022).

Malang - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah daerah dan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO)  melakukan monitoring ketat terkait  rantai pasok pemberlakuan kebijakan minyak goreng satu harga. Menurut Khofifah, langkah tersebut sebagai upaya mencegah terjadinya aksi penimbunan dan aksi borong mengingat pada dasarnya stok aman. Terlebih menjelang bulan puasa Ramadlan. Stok aman sampai 6 bulan kedepan dengan harga 14.000/ liter.

"Aksi borong dan penimbunan akan sangat rawan sekali terjadi dalam situasi ini. Karenanya tolong di monitor terus selama 6 bulan kedepan. Pastikan rantai pasok lancar dan stok aman serta harga 14.000/liter," ungkap Khofifah saat melakukan sidak minyak goreng di Kota Malang, Juma'at (21/1/2022).

"Kepada masyarakat, tidak perlu memborong sebanyak-banyaknya. Sesuaikan dengan kebutuhan saja. InsyaAllah stoknya tercukupi sampai 6 bulan kedepan aman," tambah dia.

Khofifah menyebut jika wilayah aglomerasi seperti Surabaya Raya  dan Malang Raya  menjadi penentu stabilisasi harga dan dapat mempengaruhi harga di daerah lain. Termasuk dalam hal pelaksanaan  minyak goreng satu harga. 

Sebelumnya Khofifah juga melakukan sidak penerapan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 / liter di Kabupaten Sidoarjo. Khofifah menyambangi sejumlah kawasan perbelanjaan dan toko ritel guna memastikan ketersediaan stok. 

"Kemaren saya turun di Sidoarjo dan saat ini saya cek di Malang. Kedua contoh daerah aglomerasi ini menjadi episentrum dari proses stabilisasi harga serta menghindarkan dari inflasi," ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mewanti-wanti Pemerintah Daerah untuk berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha  Ritel Indonesia (Aprindo). Ini penting, kata Khofifah, untuk saling mengkoordinasikan segala hal sekaligus memonitoring kondisi dilapangan. 

"Kondisi dilapangan berbeda beda, ada yang mendapatkan stok  cukup ada yang terbatas mendapatkan stok atau mungkin di ritel ada yang sudah habis pada jam 10 pagi. Saya minta tolong kepada Aprindo untuk memantau setiap ritel modern terkait rantai pasok distribusi yang ada," ungkapnya. 

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, untuk standarisasi harga di pasar tradisional akan dilakukan penyesuaian harga hingga satu minggu ke depan sejak 19 Januari 2022. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu pada para pedagang menyesuaikan satu harga minyak goreng sesuai anjuran pemerintah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar