| H. Ahmad Ro'id Ketua Umum KADIN Sidoarjo saat memberikan sambutan dalam pelatihan eksportir |
Sidoarjo - Pasca dijalinnya kerjasama antara KADIN (Kamar Dagang & Industri) Kabupaten Sidoarjo dengan UKM Mendunia Foundation pada akhir tahun 2021 lalu realisasi dalam bentuk pelatihan digelar.
Kolaborasi antara kedua belah pihak yang peduli pada perkembangan UKM/ IKM ini diwujudkan dalam "Pelatihan Individual Eksportir" bagi pelaku UKM/IKM Sidoarjo yang berlangsung selama 4 hari mulai 7 - 10 Februari 2022 di Aula Langen Palikrama PT. Pegadaian Area Surabaya 2 Jl. Mojopahit 116 Sidoarjo.
Dalam hal ini PT. Pegadaian bertindak sebagai pendukung permodalan UKM/ IKM Eksportir
Pelatihan diikuti oleh 28 pelaku UKM/ IKM dengan materi meliputi Pembinaan, Pelatihan hingga Penetrasi Pasar.
Ahmad Roid Ketua Umum KADIN Sidoarjo sesudah memberikan sambutan dalam pelatihan ini Senin pagi (7/2/2022) mengatakan, pelatihan individual eksportir yang diberikan merupakan langkah bypass antara produsen dengan end user (konsumen luar negeri).
"Mereka diharapkan tidak hanya mampu menguasai pasar lokal saja tapi juga harus bisa merambah ke luar negeri," katanya.
Lebih lanjut kata Abah Roid (panggilan akrabnya) para peserta yang ikut adalah anggota Kadin yang sebelumnya lolos melalui proses seleksi mengingat jumlah peminat yang cukup tinggi.
"Untuk sementara bukan reseller atau pedagang yang ikut pelatihan tapi mereka adalah yang betul-betul produsen yang masuk dalam kategori Industri Kecil & Menengah (IKM)," tambahnya.
Sementara itu Iko Sukma Founder UMKM Mendunia yang menjadi mentor dalam pelatihan ini menjelaskan, materi yang diajarkan yakni ekspor mudah berbasis digital tekhnologi & logistik simple berawal dari personal eksportir berkembang menjadi corporate eksportir.
"Produknya bisa apa saja & negara tujuan ekspor bisa kemana saja. Ini waktunya teman-teman bisa memanfaatkan digital tekhnologi. Semua hal diajarkan dengan tujuan mereka (pelaku UKM/IKM) bisa branding up & bisa merambah pasar internasional," paparnya.
| Para peserta pelatihan eksportir |
Iko menambahkan, nantinya kita betul-betul akan cetak real eksportir sambil mensosialisasikan tata cara ekspor pada para pengusaha kecil & menengah.
Iko mencontohkan, untuk produk makanan minuman negara-negara yang banyak WNI bermukim disana bisa jadi tujuan ekspor. Diantaranya Hongkong, Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang serta Timur Tengah.
"Negara-negara di benua Eropa lebih menyukai produk handy craft. Meski begitu semua negara dibelahan dunia ini bisa dijadikan tujuan ekspor, karena Indonesia terkenal dengan aspek kreativitasnya," pungkas Iko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar