Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membahas potensi kerja sama khususnya di bidang perdagangan saat menerima kunjung Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket di Surabaya.
"Di antaranya kami membahas beberapa peluang perdagangan komoditas Jatim ke Uni Eropa. Termasuk ekspor beberapa produk unggulan sehingga neraca perdagangan bisa surplus dengan Uni Eropa," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Jumat (26/5/2023).
Wagub Emil memaparkan sepanjang 2018-2022, neraca perdagangan Jatim dan Uni Eropa nilainya fluktuatif tren perlambatan rata-rata -2,99 persen per tahun.
Pada tahun 2018 Jatim minus hingga 306,554 juta dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai ekspor ke Uni Eropa hanya sebesar 2.493,43 juta dolar AS. Sedangkan nilai impornya mencapai 2.799,98 juta dolar AS.
Namun kondisinya terpantau semakin membaik dari tahun ke tahun, hingga pada 2022 Jatim mengalami surplus sebesar 174,12 juta dolar AS, dengan nilai ekspor ke Uni Eropa mencapai 2.376,70 juta dolar AS. Sedangkan impornya senilai 2.202,58 juta dolar AS.
Beberapa komoditas non-migas Jatim yang diekspor ke Uni Eropa yakni alas kaki, kayu, barang dari kayu, berbagai produk kimia, bahan kimia organik, kendaraan dan bagiannya, perabot dan penerangan rumah, tembakau, lemak dan minyak hewan/nabati, berbagai makanan olahan, besi dan baja, serta kertas/karton.
Sedangkan, komoditas impor Jatim dari Uni Eropa adalah mesin-mesin/pesawat mekanik, pupuk, bubur kayu/pulp, besi dan baja, susu, mentega dan telur, ikan dan udang, bahan kimia organik, mesin/peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, serta kertas/karbon.
Wagub Emil menjelaskan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) adalah sebuah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa yang secara resmi diluncurkan pada 18 Juli 2016.
Namun perjanjian ini sampai sekarang masih dalam tahap perundingan untuk membahas berbagai aspek hubungan ekonomi secara menyeluruh.
Emil berharap perjanjian tersebut dapat membuat akses produk ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa akan menjadi lebih terbuka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar